http://i560.photobucket.com/albums/ss44/erge32/EkaSidebar.gif

Semoga bermanfaat untuk kawan-kawanku n juga bagi publik,, :)

Guidance and Counseling Riska Ratna

Thursday, 10 October 2013

Materi Akidah Akhlak



Persamaan & Perbedaan Antara Akhlak, Etika dan Moral

Persamaan
Ada beberapa persamaan antara akhlak, etika, moral dan susila yang dapat dipaparkan sebagai berikut:
Pertama, akhlak, etika, moral dan susila mengacu kepada ajaran atau gambaran tentang perbuatan, tingkah laku, sifat, dan perangkai yang baik.
Kedua, akhlak, etika, moral dan susila merupakan prinsip atau aturan hidup manusia untuk menakar martabat dan harakat kemanusiaannya. Sebaliknya semakin rendah kualitas akhlak, etika, moral dan susila seseorang atau sekelompok orang, maka semakin rendah pula kualitas kemanusiaannya.
Ketiga, akhlak, etika, moral dan susila seseorang atau sekelompok orang tidak semata-mata merupakan faktor keturunan yang bersifat tetap, stastis, dan konstan, tetapi merupakan potensi positif yang dimiliki setiap orang. Untuk pengembangan dan aktualisasi potensi positif tersebut diperlukan pendidikan, pembiasaan, dan keteladanan, serta dukungan lingkungan, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat secara tersu menerus, berkesinambangan, dengan tingkat keajegan dan konsistensi yang tinggi.

Perbedaan
Selain ada persamaan antara akhlak, etika, moral dan susila sebagaimana diuraikan di atas terdapat pula beberapa segi perbedaan yang menjadi ciri khas masing-masing dari keempat istilah tersebut. Berikut ini adalah uraian mengenai segi-segi perbedaan yang dimaksud:
Pertama, akhlak merupakan istilah yang bersumber dari Al-Qur’an dan al-Sunnah. Nilai-nilai yang menentukan baik dan buruk, layak atau tidak layak suatu perbuatan, kelakuan, sifat, dan perangai dalam akhlak bersifat universal dan bersumber dari ajaran Allah. Sementara itu, etika merupakan filsafat nilai, pengetahuan tentang nilai-nilai, dan kesusilaan tentang baik dan buruk. Jadi, etika bersumber dari pemikiran yang mendalam dan renungan filosofis, yang pada intinya bersumber dari akal sehat dan hati nurani. Etika besifat temporer, sangat tergantung kepada aliran filosofis yang menjadi pilihan orang-orang yang menganutnya.
Akhlak berasal dari bahasa arab akhlaqa, yukhliqu, ikhlaqan yang berarti al- sajiyah (perangai), ath-thabi’ah (kelakuan, tabiat, watak dasar), al-‘adat (kebiasaan , kelaziman), al maru’ah(peradaban yang baik). Akhlak jamak dari kata khuluq yang artinya “budi pekerti,   sopan santun, tindak tanduk atau etika..
Akhlak bertujuan hendak menciptakan manusia sebagai makhluk yang tinggi dan sempurna dan membedakan dengan makhluk makhluk yang lain.
Etika dan moral memiliki perbedaan, yaitu: kalau dalam pembicaraan etika, untuk menentukan nilai perbuatan manusia baik atau buruk menggunakan tolak ukur akal pikiran atau rasio, sedangkan dalam pembicaran moral tolak ukur yang digunakan adalah norma-norma yang berkembang dan berfungsi di masyarakat. Dengan demikian etika lebih bersifat pemikiran filosofis dan berada dalam dataran konsep-konsep. Kesadaran moral dapat juga berwujud rasional dan obyektif, yaitu suatu perbuatan yang secara umum dapat diterima oleh masyarakat.
Etika, moral, susila dan akhlak sama, yaitu menentukan hukum atau nilai dari suatu perbuatan yang dilakukan manusia untuk ditentukan baik buruknya. Kesemua istilah tersebut sama sama menghendaki terciptanya keadaan masyarakat yang baik, teratur, aman, damai, dan tentram sehingga sejahtera batiniah dan lahiriahnya.

Tanda-tanda Kiamat

Tanda-tanda kiamat besar

  • Hijaunya bumi Arafah.
  • Lahirnya ramai anak-anak hasil perbuatan zina yakni dari perkahwinan tidak sah atau perceraian yang tidak diluluskan oleh mahkamah.
  • Keluar sejenis binatang dari perut bumi yang digelar Dabbatul Ardhi.
  • Keluar asap tebal dibumi Hijaz.
  • Munculnya nabi-nabi palsu, semuanya berjumlah 30 orang.
  • Berlaku perang besar di kawasan Kaukasus.
  • Runtuhnya Ka’bah akibat diserang oleh orang Habsyah.
  • 3 kali gempa bumi.
  • Bermulalah kekuasaan Dajjal.
  • Munculnya Imam Mahdi.
  • Turunnya Nabi Isa a.s.dan membunuh Dajjal.
  • Keluarnya suku Yakjuj dan Makjuj.
  • Diangkat Al-Quran dan ilmu-ilmu agama (Addin) dari manusia.
  • Matahari terbit dari ufuk barat.
  • Terdengar tiupan sangkakala pertama, kedua

Tanda-tanda kiamat kecil

  • Penaklukan Baitulmuqaddis

  • Zina maharajalela
  • Pemimpin yang terdiri dari orang yang jahil dan fasik
  • Bermaharajalela alat muzik
  • Menghias masjid dan membanggakannya
  • Munculnya kekejian, memutuskan kerabat dan hubungan dengan tetangga tidak baik
  • Ramai orang menuntut ilmu kerana pangkat dan kedudukan
  • Ahli ibadat yang jahil dan ulama yang fasik
  • Ramai orang soleh meninggal dunia
  • Orang hina mendapat kedudukan terhormat
  • Mengucapkan salam kepada orang yang dikenalnya sahaja
  • Banyak wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya telanjang
  • Bulan sabit kelihatan besar
  • Banyak dusta dan tidak tepat dalam menyampaikan berita
  • Banyak saksi palsu dan menyimpan kesaksian yang benar
  • Negara Arab menjadi padang rumput dan sungai
  • Binatang buas berbicara dengan manusia
  • Bulan terbelah dua
  • Banyaknya sifat bohong dan ia menjadi perkata biasa
  • Jarak-jarak antara pasar menjadi dekat (menunjukkan banyaknya kegiatan perdagangan)
  • Manusia mewarnai rambut di kepalanya dengan warna hitam supaya kelihatan muda
  • Kekayaan umum dikuasai segelintir orang tanpa kebenaran dan tanpa rasa takut, termasuk rasuah dan mengambil harta secara tersembunyi.
  • Akan terdapat banya pengkritik, pembawa-cerita, penikam-belakang dan pengejek dalam masyarakat.
  • Orang akan mendirikan hubungan dengan orang tak dikenali dan memutuskan hubungan dengan yang rapat dan disayangi.
  • Orang akan melakukan homoseksual.
  • Akan terdapat ramai anak luar nikah.
  • Berkurangnya sifat amanah
  • Terasa berat untuk menjalankan syariah (zakat dijadikan hutang)
  • Lelaki mentaati isterinya tetapi menderhakai ibunya
  • Lelaki berkasar dengan bapanya tetapi beramah dengan rakannya
  • Suara manusia meninggi (menjerit dan berteriak) di masjid-masjid
  • Pemimpin suatu kaum adalah keji dan pemimpin suatu suku adalah fasik
  • Lelaki dihormati bukan kerana budi dan kebaikan tetapi kerana takut akan kejahatannya
  • Anggota polis semakin ramai yang menunjukkan semakin banyak kerosakan
  • Mendahulukan lelaki menjadi imam bukan kerana ilmu tetapi kerana suara...
  • Penjualan jawatan atau kepemimpinan (politik wang)
  • Memandang rendah kepada darah
  • Seorang isteri bekerja dalam satu syarikat dengan suaminya. (Malah isteri berpangkat lebih besar)
  • Munculnya gaya hidup mewah dan manja di kalangan umat Islam
  • Orang fasik dimuliakan sedangkan orang mulia dan terhormat direndahkan
  • Banyak orang berharap untuk mati kerana banyaknya kekacauan ataupun kesengsaraan
  • Banyaknya berlaku huru-hara yang menyebarkan kejahatan
  • Banyaknya berlaku pergaduhan dan pembunuhan
  • Banyak berlaku peperangan demi peperangan
  • Munculnya mati mendadak atau mati secara tiba-tiba
  • Masjid dijadikan jalan iaitu seseorang muslim melalui masjid tanpa melakukan solat


Proses Terjadinya Hari Kiamat Menurut  Agama dan Iptek



Apabila matahari di gulung, Dan apa bila bintang-bintang berjatuhan, Dan apa bilagunung-gunung dihancurkan, Dan apabila unta-unta bunting ditinggalkan , Dan apabila binatang-bintang buas dikumpulkan, Dan apabila lautan dijadikan meluap, Dan apabila roh-roh dipersatukan

 perbedaan antara ibadah umum dan ibadah khusus
1. Ibadah Umum (ammah) ialah semua perbuatan yang mendatangkan kebaikan dan dilaksanakan  dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT, sepertri  makan, minum, menuntut  ilmu  dan  semua   bentuk usaha yang dilakukan  dalam bidang pertanian, perdagangan, sebagai buruh, pengusaha,   jihad menegakkan agama Islam , berda'wah dan usaha lainnya semuanya akan mernjadi ibadah umum bila dilandasi dengan niat mencari keridoan Allah SWT.

2. Ibadah Khusus (khassah) atau ibadah mahdhah ialah ibadah yang ketentuan dan pelaksanaannya telah ditetapkan oleh nas dan merupakan sari ibadah kepada Allah SWT, seperti Shalat, puasa, zakat,  dan haji. 

Tujuan Ibadah
 Tujuan ibadah dalam Islam bukan sejenis perbuatan   magis, yang bermaksud  mengundang campur tangan adikodrati di dunia yang terikat dengan hukum kausalitas (sebab akibat) bukan juga pemujaan yang mengandung maksud berlebihan dengan mengharapkan pertolongan dari Yang Maha Kuasa. Tetapi ibadah dalam Islam merupakan pengabdian yang bertujuan untuk mendapatkan keridoan  Allah SWT karena Dia-lah yang telah menciptakan dan menghidupkan semua umat manusia dan makhluk lainnya.

MANUSIA LEBIH UTAMA DARI MALAIKAT
manusia lebih utama dan lebih mulia dari pada malaikat, sebagaimana yang nyata tentang kelemahan malaikat menjawab berbagai pertanyaan yang dikemukakan oleh Allah swt. kepada mereka mengenai nama-nama benda yang tertentu, sedangkan Adam a.s. dapat memberikan jawabannya dengan tepat dan benar. Jadi Allah Taala telah memuliakan manusia dengan mengaruniakan ilmu pengetahuan yang tidak diberikan kepada malaikat, juga manusia diberi keistimewaan untuk mengenal dan mengetahui bermacam-macam benda dan barang. Selain itu Allah Taala pernah memerintahkan kepada malaikat untuk memberi penghormatan kepada Adam a.s. Hal ini rasanya cukup sebagai bukti bahwa Allah Taala sengaja menunjukkan bahwa memang manusia yang lebih utama dan lebih mulia daripada malaikat sendiri.
Allah swt. berfirman, “Dan Allah mengajarkan kepada Adam akan beberapa nama, kemudian Allah memperlihatkan semuanya (benda-bendanya) kepada malaikat, kemudian Dia berfirman, ‘Beritahukanlah pada-Ku nama-nama semuanya ini, jika kamu semua benar!’ Malaikat berkata, ‘Maha Suci Engkau, kita tidak mengetahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kita, sesungguhnya Engkau adalah Maha Mengetahui lagi Bijaksana.’ Allah berfirman, ‘Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama semuanya itu.’ Setelah Adam memberitahukan semua nama-namanya, Allah lalu berfirman, ‘Bukankah sudah Kukatakan padamu semua bahwa sesungguhnya Aku mengetahui kegaiban-kegaiban di langit dan bumi, juga Aku mengetahui apa yang kamu semua tampakkan dan yang kamu semua sembunyikan.’ Maka di kala itu Kami berfirman kepada malaikat, ‘Berilah penghormatan kepada Adam.’ Kemudian mereka pun menghormat padanya selain iblis. Ia enggan dan menyombongkan diri dan ia termasuk dalam golongan orang-orang yang kafir (tidak beriman).” (Q.S. Al-Baqarah:31-34)
Dari sudut lain, kita dapat mengetahui bahwa ketaatan yang diberikan oleh malaikat adalah suatu hal yang terjadi secara otomatis (dengan sendirinya), mereka meninggalkan kemaksiatan pun tidak perlu dengan menekan jiwa atau diusahakan dengan sesungguh-sungguhnya karena memang diciptakan tanpa hawa nadsu.Jadi tanpa dipaksa pun sudah dapat menghindarkan diri dari kemaksiatan. Oleh sebab itu, mana pun yang dapat dinamakan keutamaan bagi golongan malaikat dalam hal ketaatan dan kebaktian, juga dalam meninggalkan kemaksiatan, sedangkan kedua hal tersebut mereka laksanakan sebagai suatu hal yang sudah semestinya berjalan demikian. Jadi tidak ubahnya dengan berkembang-kempisnya jantung mengalirkan darah dan gerakan kedua paru-paru ketika bernafas. Sedangkan manusia tidak seenak itu dalam beribadah, berbakti serta meninggalkan kemaksiatan dan berbuat dosa. Ia harus berjuang dengan segenap tenaga dan jiwa melawan kehendak hawa nafsu, memerangi ajakan setan, memaksakan diri untuk melakukan ketaatan dan bekerja keras guna menyempurnakan kesucian jiwa meluhurkan ruh dan membersihkan hati, baik ia melakukannya dengan senang hati atau hanya terdorong oleh rasa takut kepada siksaan. Di sinilah letak perbedaan yang jelas, bahwa manusia memang lebih mulia daripada malaikat.

Hubungan qada dan qadar
manusia juga di wajibkan untuk selalu berusaha sesuai dengan kemampuannya, untuk mengubah keadaan dan nasibnya. Sebagaimana firman Allah SWT. Yang artinya :
Sesungguhnya Allah tidak mengubahkeadan suatu kaum, sehingga mereka (berusaha( nengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.(QS. Ar Radu:11)
Penjelasan di atas menunjukan adanya hubungan antara takdir Allah dengan ikhtiar manusia. Sebagian yang terjadi pada manusia ada yang tidak dapat di hindarkan atau dielakkan, misalnya ketetapan kapan dan dimana ia akan lahir, berkelamin lelaki atau perempuan, kapan dan dimana ia akan meninggal dan sebagainya. Tetapi manusia juga mengetahui bahwa sebagian yang terjadipada dirinya ada penyebabnya, seperti rajin belajar akan menyebabkan pandai, berusaha dan bekerja keras akan mendapatkan hasil yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan sebagainya.
Dengan demikian manusia tidak haya sekedar menunggu ketentuan takdir, tetapi ia juga diberikan kebebasan bahkan diharuskan untuk berbuat dan berikhtiar. Meskipun dalam berikhtiar ia memilih jalan yang baik atau jahat, semua itu pada akhirnya tetap dalam takdir Alllah SWT.

TEKNIK-TEKNIK BIMBINGAN KELOMPOK



Penggunaan teknik dalam kegiatan bimbingan kelompok mempunyai banyak fungsi selain dapat lebih memfokuskan kegaiatan bimbingan kelompok terhadap tujuan yang ingin dicapai tetapi juga dapat membuat suasana yang terbangun dalam kegiatan bimbingan kelompok agar lebih bergairah dan tidak cepat membuat siswa jenuh mengikutinya, seperti yang dikemukakan oleh Tatiek Romlah (2001: 86) “Bahwa teknik bukan merupakan tujuan tetapi sebagai alat untuk mencapai tujuan.     Beberapa teknik yang biasa digunakan dalam pelaksanaan bimbingan kelompok yaitu, antara lain :
1.        Teknik pemberian informasi (expository)
Teknik pemberian informasi disebut juga dengan metode ceramah, yaitu pemberian penjelasan oleh seorang pembicara kepada sekelompok pendengar. Pelaksanaan teknik pemberian informasi mencakup tiga hal, yaitu : perencanaan, pelaksanaan, penilaian. Keuntungan teknik pemberian informasi antara lain adalah : (a) dapat melayani banyak orang, (b) tidak membutuhkan banyak waktu sehingga efisien, (c) tidak terlalu banyak memerlukan fasilitas, (d) mudah dilaksanakan disebanding dengan teknik lain. Sedangkan kelemahannya adalah antara lain : (1) sering dilaksanakan secara menolog, (2) individu yang mendengarkan kurang aktif, (3) memerlukan ketrampilan berbicara, supaya penejelasan menjadi menarik.
Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan  tersebut, pada waktu memberikan informasi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
a)     Sebelum memilih teknik pemberian informasi, perlu dipertimbangkan apakah cara tersebut merupakan cara yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan individu yang dibimbing.
b)     Mempersiapkan bahan informasi dengan sebaik-baiknya.
c)     Usahakan untuk menyiapkan bahan yang dapat dipelajari sendiri oleh pendengar atau siswa.
d)     Usahakan berbagai variasi penyampaian agar pendengar menjadi lebih aktif .
e)     Gunakan alat bantu yang dapat memperjelas pengertian pendengar terhadap layanan yang disampaikan.
2.        Diskusi kelompok
Diskusi kelompok adalah percakapan yang telah direncanakan antara tiga orang atau lebih dengan tujuan untuk memecahkan masalah atau untuk memperjelas suatu persoalan. Dinkmeyer dan Munro dalam Romlah (2001: 89) menyebutkan tiga macam tujuan diskusi kelompok yaitu : (1) untuk mengembangkan terhadap diri sendiri, (2) untuk mengembangkan kesadaran tentang diri, (3) untuk mengembangkan pandangan baru mengenai hubungan antar manusia.
3.        Teknik pemecahan masalah (problem solving)
Teknik pemecahan masalah mengajarkan pada individu bagaimana pemecahan masalah secara sistematis. Langkah-langkah pemecahan masalah secara sistematis adalah :
a)     Mengidentifikasi dan merumuskan masalah
b)     Mencari sumber dan memperkirakan sebab-sebab masalah
c)     Mencari alternatif pemecahan masalah
d)     Menguji masing-masing alternative
e)     Memilih dan melaksanakan alternatif yang paling menguntungkan
f)      Mengadakan penilaian terhadap hasil yang dicapai
4.        Permainan peranan (role playing)
Bennett dalam Tatiek Romlah (2001: 99) mengemukakan : bahwa permainan peranan adalah suatau alat belajar yang mengambarkan ketrampilan-ketrampilan dan pengertianpengertian mengenai hubungan antar manusia dengan jalan memerankan situasi-situasi yang paralel denga yang terjadi dalam kehidupan yang sebenarnya. Didalamnya Bennett menyebutkan ada dua macam permainan peranan, yaitu sosiodrama adalah permainan peranan yang ditujukan untuk memecahkan masalah sosial yang timbul dalam hubungan antar manusia. Sedangkan kedua adalah psikodrama adalah permainan yang dimaksudkan agar individu yang bersangkutan dapat memperoleh pengertian yang lebih baik tentang dirinya, dapat menemukan konsep dirinya, menyatakan kebutuhan-kebutuhannya, dan menyatakan reaksi terhadap tekanan-tekanan terhadap dirinya.
5.        Permainan simulasi (simulation games)
Menurut Adams dalam Romlah (2001: 109) menyatakan bahwa permainam simulasi adalah permainan yang dimaksudkan untuk merefleksikan situasi- situasi yang terdapat dalam kehidupan sebenarnya. Permainan simulasi dapat dikatakan merupakan permainan peranan dan teknik diskusi.
6.        Home room
Home room yaitu suatu program kegiatan yang dilakukan dengan tujuan agar guru dapat mengenal murid-muridnya lebih baik, sehingga dapat membantunya secara efisien. Kegiatan ini dilakukan dalam kelas dalam bentuk pertemuan antara guru dengan murid diluar jam-jam pelajaran untuk membicarakan beberapa hal yang dianggap perlu.
Dalam program home room ini hendaknya diciptakan suatu situasi yang bebas dan menyenangkan, sehingga murid-murid dapat mengutarakan perasaannya seperti dirumah.
Dalam kesempatan ini diadakan tanya jawab, menampung pendapat, merencanakan suatu kegiatan, dan sebagainya.
7.        Karyawisata/ field trip
Kegiatan rekreasi yang dikemas denga metode mengajar untuk bimbingan kelompok dengan tujuan siswa dapat memperoleh penyesuaian dalam kelompok untuk dapat kerjasama dan penuh tanggungjawab. Metode karyawisata berguna bagi siswa untuk membantu mereka memahami kehidupan ril dalam lingkungan beserta segala masalahnya . Misalnya, siswa diajak ke museum, kantor, percetakan, bank, pengadilan, atau ke suatu tempat yang mengandung nilai sejarah/kebudayaan tertentu.

TAHAP PERKEMBANGAN KELOMPOK



Prayitno (1995:73) mengemukakan langkah-langkah umum penyelenggaraan bimbingan dan konseling kelompok, sebagai berikut :
1.      Tahap Pembentukan
Dilihat dari prosesnya, pelaksanaan bimbingan dan konseling kelompok diawali dengan tahap pembentukan. Tahap ini merupakan tahap pengenalan dan pelibatan anggota kelompok. Sebelum perkenalan pada bagian awal dijelaskan tujuan umum, prinsip, serta prosedur kegiatan. Jangan lupa, berikan apresiasi kepada semua anggota yang hadir pada saat itu. Apresiasi dapat dilakukan dalam bentuk ucapan selamat datang dan terima kasih atas kehadirannya.

Misalnya :
” Selamat datang anak-anak, para bujang dan gadis yang sangat saya banggakan, pada pertemuan kita kali ini. Senang sekali Bapak bisa bertemu Anda, teriring harapan semuga pertemuan ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi kita semua.”

Sementara itu, agar proses perkenalan efektif, maka guru pembimbing sebaiknya memberikan contoh, sekaligus memulai proses perkenalan, misalnya :
“Seperti kalian kenal, nama Bapak Agus Mulyadi, Bapak lahir di Bandung, 42 tahun yang lalu, persisnya tanggal 3 Agustus tahun 1964. Bapak memiliki seorang istri dan empat orang anak, anak tertua Bapak sekarang sekolah di SMA Negeri 2 Cimahi kelas XI dan yang terkecil berusia empat tahun. Dalam bidang olah raga, Bapak sangat menyukai Bola Basket, sekarang Bapak tinggal di Cimahi, tepatnya Komplek Pemda II H-68. Bagaimana perkenalannya, cukup ? Ada yang mau kalian tanyakan ?”

Setelah selesai, guru pembibing selanjutnya meminta masing-masing siswa memperkenalkan dengan cara dan gayanya sendiri. Dapat diprediksi, cara siswa memperkenalkan diri akan mendekati cara guru guru memperkenalkan diri. Hal ini tentu saja sebuah kemajuan, karena biasanya ketika diminta memperkenalkan diri, mereka hanya sekedar menyebutkan namanya, sesuatu yang selama ini sudah sangat dikenal. Agar suasana lebih terasa familiar, guru pembimbing dapat memberikan lontaran-lontaran kepada siswa yagn memperkenalkan diri, misalnya ketika siswa yang memperkenalkan diri tidak menyebutkan kegemarannya, dapat dilontarkan joke ” makanan kesukaannya apa yang ?” atau ”jadi pengen tahu lagu pavoritnya Alfi ?” atau lontaran-lontan lainnya. Lontaran-lontaran tersebut dapat pula dilakuakn oleh anggota kelompok yang lain.
Posisi pemimpin kelompok sangat strategis dalam kegiatan ini. Oleh karena itu pimpinan kelompok perlu memusatkan perhatian pada :
 Penjelasan tentang tujuan kegiatan
q
 Penumbuhan rasa saling mengenal antaranggota
q
 Penumbuhan sikap saling mempercayai dan saling menerima
q
 Penggerak pembahasan tentang tingkah laku dan suasana perasaan dalam kelompok.
q

Pada pertemuan pertama, memang harus diakui jika waktu yang dibutuhkan untuk masing-masing kelompok relative lebih lama, dibandingkan pertemuan-pertemuan berikutnya. Hal ini dapat dipahami, karena pada pertemuan pertama perlu dibangun sebuah komitmen melalui pencairan suasana sekaligus penjelasan tentang tujuan serta prosedur penyelenggaraan bimbingan dan konseling kelompok. Sedangkan pada pertemuan-pertemuan kelompok berikutnya hal ini tidak perlu dilakukan secara rinci seperti ini. Akan tetapi pemberian apresiasi dari guru pembimbing, dengan cara yang khas, tetap perlu dipertahankan. Ungkapan bagaimana keadaan anggota kelompok, atau keadaan keluarga, merupakan cara efektif memeliha dan membangun hubungan antara guru pembibing dengan anggota kelompok, sekaligus menunjukkan apresiasi terhadap keadaan anggota kelompok.
Apresiasi pada pertemuan-pertemuan beritkunya dapat disajikan dengan ungkapan :

”Bagaimana keadaan kalian ? mudah-mudahan selalu diberikan kesehatan dan semangat untuk terus maju.” ”Ibu dan Bapak di rumah sehat-sehat juga kan ?”
Ungkapan seperti itu, sesungguhnya merupakan sebuah pancingan, karena bagi beberapa anggota yang kebetulan mengalami masalah, pancingan di atas biasanya akan ditindaklanjuti melalui pertemuan yang bersifat pribadi seusai pertemuan kelompok.

2.      Tahap peralihan
Setelah tahap perkenalan selesai dilakukan, langkah berikut yang harus dilakukan adalah tahap peralihan. Tahap peralihan pada hakekatnya merupakan jembatan antara tahap pembentukan dengan tahap selanjutnya, yaitu tahap kegiatan. Dengan kata lain, tahap peralihan ini merupakan tahap penegasan bahwa seluruh anggota telah memahami maksud, tujuan, dan prosedur penyelenggaraan bimbingan atau konseling kelompok, dan siap untuk aktifitas kelompok berikutnya. Pada tahap ini, pimpinan kelompok menjelaskan apa yang akan dilakukan oleh masing-masing anggota kelompok pada tahap selanjutnya. Jika kelompok ini termasuk “kelompok bebas,” maka setiap anggota kelompok berhak mengajukan masalah yang menurut pendapatnya penting untuk dibahas. Sementara itu, jika kelompoknnya termasuk “kelompok tugas” maka masalah yang akan dibahas sudah disiapkan oleh pimpinan kelompok (guru pembimbing), dan para siswa diminta memberikan tanggapan dan saran-sarannya terhadap permasalahan yang diungkapkan tersebut.
Salah satu contoh ungkapan yang dapat dilontarkan pada tahap peralihan ini adalah :

“Setelah kita saling mengenal dan mengetahui tujuan bimbingan kelompok, pada tahap selanjutnya saya meminta kalian untuk dapat berpartisipasi secara aktif seperti halnya kita terbuka ketika berkenalan.’

Karena sifatnya penegasan danjembatan, maka secepat tahap ini selesai, anggota kelompok pada dasarnya sudah siap untuk melakukan pembahasan tentang materi atau topik yang akan dijadikan bahannkajian, pada tahap kegiatan.

3.      Tahap kegiatan

Tahap kegiatan merupakan tahap inti dari kegiatan bimbingan dan konseling kelompok. Pada tahap ini peran pimpinan kelompok lebih kepada mendorong, menghidupakan, dan mengarahkan dinamika kelompok. Pimpinan kelompok menjadi reflektor dan sirkulator dari proses diskusi kelompok.
Untuk “kelompok bebas,” proses kegiatan dimulai dengan memberikan kesempatan kepada masing-masing anggota kelompok mengemukakan permasalahan atau topik yang akan dibahas. Selanjutnya dihimpun, dipilih, dan disepakati dengan mempertimbangkan factor kemendesakan serta dampak yang ditimbulkan dari permasalahan tersebut.
Untuk memberikan gambaran pada bagian berikut disajikan contoh, ketika guru pembimbing memberikan kesempatan pada siswa untuk mengemukakan permasalahan atau topik bimbingan

“Baik, sekarang saya meminta kalian, mengemukakan kira-kira topik atau permasalahan apa yang menurut Anda penting untuk dibahas dalam kegiatan kita kali ini. Masalah yang dikemukakan hendaknya bersifat umum bukan masalah pribadi, karena masalah pribadi akan dibahas dalam forum lain.”

“Baik siapa yang mau memulai …. ?”

Sementara itu, Untuk “Kelompok Tugas,” proses kegiatan dimulai dengan mengemukakan topik yang akan dibahas dan telah dipersiapkan oleh guru pembimbing sebelumnya. Topik ini dapat saja dianggkat dari berbagai kecenderungan prilaku yang dilakukan remaja, seperti dari hasil pengamatan, media masa, atau film.
Pengantar yang dapat dilakukan guru pembimbing, diantaranya :
“Anak-anak topik yang akan dibahas pada pertemuan kali ini berkenaan dengan upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas narkoba. Kira-kira upaya apa yang menurut kalian tepat untuk kita lakukan ?”
Setelah masalah disepakati, langkah selanjutnya adalah melakukan pembahasan terhadap materi atau topik yang telah disepakati tadi. Dalam pelaksanaannya, guru pembimbing berperan untuk menstimulasi seluruh anggota agar masing-masing anggota berkontribusi, khususnya dalam memberikan pendapat atau solusi terhadap permasalahan yang dibahas. Oleh karena itu, penggunaan teknik brainstorming atau curah pendapat sangat efektif digunakan.
Dengan teknik ini, pada tahap awal, setiap peserta secara bergiliran diminta mengemukakan pendapatnya, dan hanya satu pendapat atau satu solusi dari sejumlah solusi yang mungkin dapat diberikan. Hal ini ini penting dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada semua anggota secara merata, sekaligus menghindari prilaku dominatif dari satu atau dua orang anggota, yang sering terjadi dalam sebuah diskusi. Jika seorang anggota pada tahap awal ini mengemukakan lebih dari satu solusi, ada kecenderungan anggota lainnya bersuara sama dan menyetujui gagasan dari anggotanya tersebut. Ditinjau dari dimensi kedinamisan suatu kelompok dan proses bimbingan kelompok itu sendiri, jika ini dibiarkan akan membuat proses bimbingan kelompok kehilangan kedinamisannya.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengendalikan kecenderungan prilaku dominatif tersebut, misalnya :
”Oke, sementara cukup satu dulu ya, kita coba dengarkan pendapat anggota yang lain, bagaimana ?”

Fenomena lain yang perlu diperhatikan dalam sebuah proses kelompok, adalah terlalu cepatnya komentar diberikan terhadap sebuah pendapat. Terlebih lagi jika komentar yang diberikan, bersifat menolak atau negatif. Peran guru pembimbing sebagai reflektor dan sirkulator pembahasan, harus dimainkan secara efektif. Penggunaan kata-kata :”bagus, good ide, menarik sekali pendapatnya, gagasan yang brilian, luar biasa pendapatnya, bagaimana pendapat yang lain”, atau ungkapan-ungkapan lainnya dapat digunakan sebagai media refleksi terhadap pendapat anggota.
Penggunaan ungkapan di atas, merupakan penghargaan sekaligus memberikan kesempatan kepada kelompok untuk mengambil insiatif dalam membahas suatu permasalahan. Dengan langkah seperti ini kelompok akan semakin dinamis, dan hal seperti inilah sesungguhnya yang diharapkan dari sebuah proses bimbingan kelompok.
Berdasarkan pemikiran seperti ini maka bimbingan kelompok bukanlah sebuah pertemuan yang diisi hanya dengan memberikan informasi pada sejumlah siswa dalam sebuah kelompok. Bimbingan kelompok adalah sebuah proses membangun pemahaman dan kesadaran yang dilakukan secara dinamis dalam sebuah kelompok.

 Tahap pengakhiran

Tahap ini merupakan tahap akhir dari suatu sesi kegiatan bimbingan dan konseling kelompok. Pada tahap ini perlu disajikan kembali kesimpulan dari hasil-hasil pertemuan sekaligus mengingatkan anggota tentang agenda pertemuan selanjutnya. Dalam prosesnya, upaya menarik kesimpulan sebaiknya dilakukan oleh anggota kelompok, peran guru pembimbing lebih diarahkan pada pemberian penekanan kepada anggota untuk memelihara komitmen anggota.
Sebelum kegiatan ini berakhir, pemimpin kelompok, dalam hal ini guru pembimbing, meminta kesan-kesan dari para peserta dan kesan-kesan tersebut dapat dikaitkan dengan agenda pertemuan berikutnya, misalnya :

”Bagaimana kesan atau komentar Anda tentang kegiatan kita kali ini ?”
Jika peserta terdiam, guru pembimbing dapat menindaklanjutinya dengan pancingan pertanyaan berikut ini :
”Apakah kegiatan kita bermanfaat ? Ada komentar ?”
Jika kesan atau respon yang disampaikan peserta tidak terlalu menggembirakan, guru pembimbing dapat meminta pendapat siswa berkenaan dengan hal-hal apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektifitas dan produktifitas kegiatan bimbingan kelompok. Sebaliknya jika respon peserta positif, maka pertanyaan berikut dapat diajukan, yaitu :

”Menurut Anda, apakah kegiatan kita ini perlu kita tindaklanjuti ?”
”Jika perlu, kapan sebaiknya pertemuan ini kita lanjutkan ?”

Mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan ini, guru pembimbing dapat memberikan ungkapan yang membangkitkan motivasi siswa, seperti :
”Terima kasih, Anda telah berkontribusi secara produktif dalam kegiatan ini, mudah-mudahan hasil pembicaraan yang kita lakukan dapat kita tindaklanjuti dengan baik. Selamat belajar, dan tetap semangat”





Daftar Pustaka
Gazda M. George. 1984. Group Counceling A Developmental Approach, Massachusetts : Allyn and Bacon, Inc
Prayitno,1995. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok (Dasar dan Profil), Jakarta: Ghalia Indonesia
Prayitno, dkk., (1997), Seri Pemandu Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di Sekolah: Buku III Pelayanan Bimbingan dan Konseling SMU, Jakarta: Penebar Aksara.
Rochman Natawidjaja, 1987. Pendekatan-pendekatan dalam Penyuluhan Kelompok 1, Bandung : CV Diponegoro
Shertzer & Stone, (1980), Fundamental of Counseling, Boston: Houghton Mifflin Company.